Tampilkan postingan dengan label kehidupan bukan matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan bukan matematika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

Kehidupan Bukan Matematika (3): Teori 4 Langkah untuk Mencapai Langkah 5 Secara Otomatis



Sering kali kita mendapatkan masalah tetapi kita sering pula tidak atau belum bias untuk mendapatkan pemecahanya, mengapa ???

Saya akan coba berikan solusinya dengan judul yang sama seperti posting dahulu namun dengan sub yang berbeda yaitu "Kehidupan Bukan Matematika(1, 2, 3)" bagian ketiga ini.

Pemecahan masalah itu tidak ada teori yang paten walaupun ada teori yang pasti, sebab sebuah masalah adalah boleh sama, tetapi kondisi atau akar masalah kadang2 tidak persis sama…, sebab dalam penyelesaian sebuah masalah kita harus cerdas terlebih dahulu untuk menilai dan menimbang situasi dan kondisi saat itu.
Tanpa adanya orientasi pada situasi dan kondisi terlebih dahulu pada sebab atau akar masalah yang ada, maka pemecahan dengan teori yang ada hanya akan menimbulkan masalah yang baru atau akan menghasilkan hasil yang negatif ketimbang positifnya, klo tidak terjadi apa2 saja sudah bagus.

Nah kalau begitu bagaimana pemecahan masalah dengan teori yang benar ???
Jawab:
1. Lihat dahulu akar permasalahannya
2. kumpulkan informasi yang bersangkutan dengan masalah 
   tersebut
3. Lihat situasi dan kondisi yang ada, misalkan untuk 
   mengutarakan suatu  masalah
   dan mencari jalan keluar untuk memecahkanya kita harus 
   melihat kondisi yang tepat
   dan tempat yang pas untuk melakukanya.
4. Buat rumusan teori penyelesaian setelah melaksanakan 
   nomor 1,2 dan 3.
5. Hasil yang maksimal dan memuaskan.

Apabila kita telah berorientasi pada situasi dan kondisi pada suatu permasalahan maka barulah dapat merumuskan teori yang akan kita gunakan untuk menyelesaikannya…
Dan menyelesaikanya dengan pasti dengan syarat data hasil orientasi 90% lengkap dan benar.
Pada dasarnya semua masalah itu sama, misalkan ada ban mobil meletus.
Masalah yang kita hadapi adalah ban mobil kita mengalami kerusakan yang menyebabkan ban itu tidak lagi dapat dipakai, tetapi untuk menyelesaikannya kita harus memperhatikan 4 langkah diatas agar mencapai langkah 5 yang otomatis.
Pertama kita pasti melihat kondisi ban, tetapi setelah kita tahu kondisi ban itu 100% rusak atau 1% rusak maka kita tidak akan bias berbuat apa2 dengan peralatan yang minim.

Lha terus bagaiman untuk penyelesaian masalah tersebut ?
Jawab:
Kita harus melihat situasi dan kondisi disekeliling agar dapat menyelesaikan masalah kita ini. Apa mengganti ban bila memungkinkan atau menambalnya tentunya setelah kita mendapatkan bengkel yang kita cari.

Nah semuanya tetap dengan ke 4 langakah diatas untuk mencapai langkah nomor 5, dengan kecerdasan kita telah merumuskan teori baru walaupun teori tersebut hanya untuk permasalahan kita sendiri, jadi inilah yang membedakan kita dengan hewan bahwa manusia itu dikaruniai akal, dan sesungguhnya manusia itu diciptakan cerdas.
Sebab kecerdasan itu menentukan pemecahan masalah, yaitu dalam kasusu diatas bisa saja kita meninggalkan mobil yang dalam keadaan seperti itu yang tidak dapat dipakai.

Nah kesimpulanya adalah orientasi (melihat akar permasalahan, penyelidikan), melihat situasi dan kondisi, perumusan masalah (menyusun teori penyelesaian) dan hasil yang maksimal.

By, Sapro


Jumat, 21 Agustus 2009

Kehidupan Bukan Matematika (2): Marhaban ya Ramadhan


Marhaban ya Ramadhan, itulah kata yang selalu diucapkan oleh umat islam diseluruh dunia yang mereka senang dengan datangnya bulan suci yang penuh rahmat,hikmah dan ampunan yang berarti dengan datangnya bulan ini umat manusia akan menjadi seseorang yang diberi kesempatan untuk bertaubat kepada tuhanya dengan tulus dan ikhlas.

Dengan diberikanya amalan puasa dibulan yang penuh hikmah ini mereka akan diampuni dosa-dosa yang selama 11 bulan lalu mereka kerjakan dan pada bulan yang satu inilah tempat untuk mencuci dosa yang telah diperbuatnya.

Ditahun yang lalu masih ada keluarga, sanaksaudara, tetangga yang masih bersama kita sahur, tarawih, berbuka,puasa dan lebaran dihari kemenangan bersama, yang diliputi dengan keceriaan dan kesuka citaan, namun ditahun ini ada sebagian diantara kita yang tidak bisa bersama kita lagi karena kehendak yang maha kuasa telah berkenan memanggil mereka....

saya sendiri merasakan kesedihan itu dibulan ini ketika salah seorang dari guru saya yang telah mengajarkan huruf hiaiyah mulai dari alif sampai ya' sehingga saya bisa membaca alqur'an dengan lancar seperti saat ini, beliau telah dipanggil yang maha kuasa, pada hal di bulan Ramadhan tahun yang lalu saya masih dapat shalat tarawih bersama beliau.
Semoga beliau selalu diberikan rahmat dan ampunan disisi yang maha kuasa karena beliau telah mengajarkan kepada murid2nya ilmu yang sangat berguna dan bermanfaat karena beliau telah ikhlas dengan semua itu...

Itulah kehidupan yang takkan bisa kita tebak kemana arah dan tujuanya, sekarang kita kebarat besok kita telah berubah arah ketimur atau malah kita keselata.
maka kita harus selalu berbakti kepada ibu bapak kita mumpung kita masih diberi rahmat bisa berkumpul dalam satu keluarga dan minta maaf kepadanya, patuhi guru2 kita, dan ingat jangan terbuai dengan hal dunia karena kita tidak selamanya akan hidup disini.

semoga dibulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini kita diberikan hal yang terbaik bagi kita oleh Allah,dan tetap bersama orang2 yang kita sayangi.Amin...


By, Sapro



Kamis, 26 Februari 2009

KEHIDUPAN BUKANLAH MATEMATIKA



Hidup bukanlah matematika, itulah postingan saya yang telah lama ingin ku hadirkan untuk semua teman2ku. sebab pada kehidupan saat ini banyak orang yang kehilangan sisi dan sosok dirinya sendiri karena tergerus oleh zaman "Edan" saat ini yang kata orang2 sih. tetapi memang semua itu benar, hidup ini memang sulit ditebak dan diprediksi karena dalam era ini dari segala bidang telah maju dan punya basis sendiri yang seakan2 manusia takkan sanggup menguasai bahkan untuk mengenal bidang2 tersebut, termasuk bidang ilmu, politik, ekonomi, budaya yang makin bercampur baur dg budaya dari negri lain.

dari sini bisa kita lihat dengan adanya dunia internet semua akan lebih mudah dan gampang. nah inilah yang sulit untuk ditebak pada zaman2 dahulu, mungkin orang dulu tak pernah menyangka bahwa kehidupan manusia saat ini akan maju sepesat dan semaju ini.
dulu orang bisa terbang, bisa ngomong antar orang lain dengan jarak jauh (Telepati) itu sudah dianggap hebat atau orang hebat, tetapi pazaman ini itu sudah biasa dan tidak menjadi halk yang aneh lagi, mungkin itu yang membuat orang2 menyebut zaman ini adalah zaman "Edan" yang semuanya serba edan dan bahkan kadang2 melampaui batas atau bahkan tak terkendali.

sejak ditemukanya komputer maka tahun demi tahun manusia semakin mudah untuk melakukan pekerjaanya, dengan hanya duduk dan mengoperasikan komputer manusia dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat, mudah dan efisien tentunya. dengan begitu pada masa sekarang ini seharusnya semua sudah dapat tersetruktur dan tersistem dengan baik sebab alat yang canggih yang bernama komputer sudah dapat mewakili semua pekerjaan manysia yang tadinya dengan cara manual menjadi otomatis...tis...tis...

hal semacam inilah yang tak terhitung oleh logika orang zaman terdahulu, bahwasanya sekarang yang diperhitungkan adalah kecepatan, bagaimana kita dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik2nya. beda dengan dahulu kekuatan terletak mungkin hanya pada fisik yang kuat tetapi untuk sekarang ini kekuatan terletak pada kecepatan dan keefisienan yang terangkum pada kualitas yang sempurna.

dengan hanya beberapa tahun saja setelah ditemukannya komputer maka kehidupan ini semakin tak terduga karena semuanya berubah semakin cepat dan mudah dan itu takterfikirkan oleh manusia sebelum ditemukanya komputer. yang awalnya komputer pertamakali ditemukan ialah digunakan untuk menghitung saja tetapi sekarang komputer adalah bisa dikatakan sebagai "pengenkehidupan", tanpanya manusia akan kesulitan walau tanpanya pekerjaan dapat diselesaikan, dan apabila tanpa komputer berarti manusi kembali kezaman "manualisasi" alias zaman yang melelahkan dan lambat.

masih teringat bagi kita perayaan 20 tahun pc yang diperingati pada bulan agustus tahun 2001, itu berarti pc sebagai alat yang belum lama ada dan baru 2 dasawarsa dibandingkan dengan sejarah lamanya borobudur, kerajaan tiongkok dan lainya, telah dapat mengambil alih semua pekerjaan manusia dan telah menjadi sosok yang penting dan sangat berharga.

oleh karena itu manusia takkan dapat mengira apa yang akan terjadi sekarang ini (bagi orang terdahulu) begitu pula prediksi yang kita punyai sekarang juga belum tentu benar dan akurat bahkan malahan bisa2 salah, itulah kehidupan, ia bukan matematika yang mudah ditebak dan dipastikan...


By
Sapro




 
TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA. Thanks you for visiting!
Share |