Kamis, 25 Maret 2010

Macam - Macam Sabar && Salah Mengira


Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing, Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak, 'Ambilkan gue kopi... cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. 'Hei siapa ini... kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak.. ' sahut Tono.

'Saya direktur utama perusahaan disini. Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut, 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak.' jawab Boss. 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon.

Begitulah bila kita cepat marah. Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal. Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah. Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan. Dalam agama, sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi, maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya.

1. Ketabahan menghadaapi musibah, disebut sabar, kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`)

2. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut, mampu menahan diri (dlobth an Nafs), kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar)

3. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm), kebalikannya disebut pemarah (tazammur)

4. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada, kebalikannya disebut sempit dadanya.

5. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum).

6. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud, kebalikannya disebut serakah, loba (al hirsh).

7. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah), kebalikannya disebut tamak, rakus (syarahun).

==========================================================================

Ada seorang suami yang pergi mengantarkan istrinya untuk memeriksakan kandungan ke rumah sakit. Sang dokter menyuruh suaminya untuk menunggu saja diruang tunggu. Beberapa saat kemudian dokter meminta perawat untuk mengambilkan obeng dan tak lama kemudian kembali ke ruang pemeriksaan.

Dokter kembali meminta perawatnya untuk mengambilkan tang. Suami itu menjadi khawatir terhadap keadaannya. Istrinya periksa kandungan kok pak dokter sambil bawa tang dan obeng ya?' tanya suami dalam hati.

Ketika dokternya keluar lagi meminta palu maka sang suami bergegas mendekati dokter dan bertanya, 'Pak dokter sebenarnya apa yang terjadi dengan istri saya?' Dokternya dengan wajah gugup menjawab, 'maaf pak, saya belum tahu keadaan istri bapak, bahkan sampai saat ini saya belum berhasil membuka tas peralatan medis saya.'

begitulah kita, seringkali kita salah kira terhadap orang lain. Orang tua yang menolak keinginan anaknya bukan berarti orang tua tidak sayang kepada anaknya, itulah sikap kasih sayang orang tua agar anaknya mengerti arti tanggungjawab. Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menampakkan kasih sayangNya dengan berbagai cara seperti nikmat, rizki, pujian dan sakit merupakan wujud kasih sayangNya. Namun seringkali kita salah mengira.

--
Sesungguhnya kasih sayang Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Ali Imran:134).


Oleh : agussyafii

By, Sapro

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank you on the visit!
Please leave a message for this blog!

Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini yang masih "alakadarnya", dan tolong tinggalkan pesan/saran untuk blog ini, mengenai tampilan, posting atau yang lainnya.

 
TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA. Thanks you for visiting!
Share |